Estika Tata Tiara Perkuat Program MBG Dengan Sapi Perah Impor

Kamis, 19 Februari 2026 | 13:41:28 WIB
Estika Tata Tiara Perkuat Program MBG Dengan Sapi Perah Impor

JAKARTA - PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF), emiten agribisnis yang fokus pada pengembangan peternakan sapi perah, memperkuat kontribusinya terhadap ketahanan pangan nasional melalui pengadaan 250 ekor sapi perah impor. 

Kedatangan ternak ini dilakukan pada 16 Februari 2026 di Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul (BBPTU) Manggala, Baturaden, Kabupaten Banyumas.

Manajemen BEEF menegaskan, pengadaan ini dilakukan bekerja sama dengan PT Lunar Chemplast, yang menangani proses importasi sapi perah. 

Langkah strategis ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah. Program MBG membutuhkan pasokan susu segar sekitar 4 juta ton per tahun untuk mencukupi kebutuhan protein hewani masyarakat.

Dengan mendatangkan sapi perah, BEEF menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas produksi susu nasional, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menjamin ketersediaan gizi seimbang bagi masyarakat.

Target Impor dan Dukungan Program Peternakan

Dalam keterbukaan informasi BEEF, manajemen menyebut pemerintah menargetkan pengadaan 400 ribu sapi indukan, dengan sekitar setengahnya adalah sapi perah, sebagai bagian dari rencana pengadaan 2 juta ekor sapi dalam lima tahun ke depan. 

Hal ini mencerminkan dorongan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pengembangan peternakan modern.

Pengadaan 250 ekor sapi perah BEEF menjadi bagian dari target tersebut. Perseroan menyiapkan fasilitas kandang seluas 1.709 meter persegi dengan dukungan lahan 1.448 meter persegi. 

Lokasi ini dipilih karena berada di dataran tinggi Baturaden yang memiliki iklim sejuk, mendukung stabilitas produksi susu sekaligus kesejahteraan ternak.

Fasilitas ini dirancang dengan standar manajemen peternakan modern, termasuk sistem ventilasi, sanitasi, dan kontrol pakan, untuk memastikan sapi perah tetap sehat dan produktif sepanjang tahun.

Kolaborasi dengan BBPTU Baturaden

BEEF menggandeng BBPTU Baturaden dalam pengelolaan dan perawatan ternak. Kolaborasi ini mencakup berbagai aspek teknis, mulai dari pemeliharaan rutin, pengawasan kesehatan sapi, hingga pengembangan sistem produksi berkelanjutan.

Langkah ini sejalan dengan prinsip pengelolaan peternakan modern yang menekankan keberlanjutan, kesejahteraan hewan, dan optimalisasi produksi. Melalui kolaborasi, BEEF dapat memastikan standar kualitas produksi susu sesuai dengan target program MBG.

Selain itu, kolaborasi ini memungkinkan BEEF untuk memanfaatkan keahlian BBPTU Baturaden dalam bidang pembiakan, pemeliharaan, dan manajemen nutrisi ternak. Hal ini diyakini akan meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menjaga kualitas susu segar yang dihasilkan.

Rantai Pasok Pakan dan Agroklimat Mendukung

Untuk memperkuat rantai pasok pakan, BEEF menanam hijauan ternak di lahan seluas 178.214 meter persegi di Desa Tumiyang, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Area ini berada di ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut, yang menawarkan agroklimat ideal untuk pertumbuhan hijauan berkualitas tinggi.

Produksi pakan berkualitas menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas sapi perah, sekaligus mendukung ketersediaan susu segar sepanjang tahun. Dengan pengelolaan lahan hijauan secara modern, BEEF optimistis dapat menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan ketahanan pasokan pakan.

Dengan sistem ini, setiap sapi perah dapat memperoleh nutrisi optimal, mendukung pertumbuhan sehat, dan menjamin kualitas susu. Strategi ini sejalan dengan praktik peternakan berkelanjutan dan menjawab tantangan ketahanan pangan nasional.

Kontribusi BEEF pada Ketahanan Pangan Nasional

Pengembangan peternakan modern BEEF sekaligus menegaskan komitmen perseroan dalam mendukung ketahanan pangan. Kedatangan 250 ekor sapi perah impor tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi susu, tetapi juga memperkuat ketahanan rantai pasok protein hewani di Indonesia.

Manajemen BEEF optimistis, dengan kapasitas produksi yang meningkat, perseroan dapat memenuhi permintaan susu segar untuk program MBG serta membantu masyarakat memperoleh gizi seimbang. 

Langkah ini juga mencerminkan fokus BEEF pada praktik peternakan modern yang berorientasi pada keberlanjutan dan efisiensi.

Selain mendukung program pemerintah, strategi ini juga mengukuhkan posisi BEEF sebagai salah satu pemain utama dalam sektor agribisnis nasional. 

Dengan inovasi, pengelolaan berkelanjutan, dan kolaborasi strategis, BEEF siap berkontribusi pada peningkatan produksi susu, kesejahteraan ternak, dan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

Terkini