Deretan Mobil Listrik Terjangkau 2026 Mulai Rp100 Jutaan

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:39:04 WIB
Deretan Mobil Listrik Terjangkau 2026 Mulai Rp100 Jutaan

JAKARTA - Perubahan lanskap industri otomotif nasional semakin terasa ketika kendaraan listrik tak lagi menjadi barang eksklusif. 

Jika sebelumnya mobil listrik identik dengan harga tinggi dan menyasar kalangan tertentu, kini situasinya berbeda. Tahun 2026 menghadirkan lebih banyak pilihan terjangkau yang bisa dijangkau masyarakat luas, bahkan dengan banderol mulai Rp100 jutaan.

Fenomena ini menandai babak baru dalam transformasi transportasi ramah lingkungan di Indonesia. Pabrikan otomotif berlomba menghadirkan model entry-level dengan spesifikasi memadai untuk kebutuhan harian. Tak hanya untuk mobilitas dalam kota, beberapa model bahkan dinilai cukup andal untuk perjalanan jarak menengah.

Bagi calon konsumen yang ingin beralih dari kendaraan konvensional, memahami rekomendasi mobil listrik murah 2026 menjadi langkah penting sebelum menentukan pilihan. Berikut sejumlah model yang dinilai unggul dari sisi harga, efisiensi, serta kesiapan menghadapi berbagai kondisi jalan.

DFSK Seres E1, City Car Ringkas untuk Mobilitas Perkotaan

Pilihan pertama datang dari DFSK melalui model DFSK Seres E1 yang dipasarkan oleh PT Sokonindo Automobile. Kehadirannya di Indonesia pertama kali diperkenalkan pada ajang Periklindo Electric Vehicle Show dan langsung mencuri perhatian berkat harga kompetitif.

Secara dimensi, Seres E1 memiliki panjang 3.030 mm, lebar 1.495 mm, dan tinggi 1.640 mm, dengan jarak sumbu roda 1.960 mm. Ukuran tersebut membuatnya ideal sebagai city car yang lincah. Ground clearance setinggi 135 mm memberikan fleksibilitas saat melintasi jalan perkotaan yang beragam.

Mobil ini dibekali baterai berkapasitas 16,8 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 220 kilometer dalam sekali pengisian. Dengan daya jelajah tersebut, Seres E1 dinilai cukup untuk aktivitas harian seperti bekerja, berbelanja, atau mengantar anak sekolah.

Keunggulan utamanya terletak pada desain kompak, efisiensi energi, serta kemudahan bermanuver di jalan sempit. Namun, kapasitas baterainya memang lebih ideal untuk penggunaan dalam kota dibanding perjalanan jarak jauh antarkota.

Wuling Air EV Lite, Varian Ekonomis Favorit Konsumen

Pabrikan asal Tiongkok, Wuling Motors, memperkuat lini kendaraan listriknya melalui Wuling Air EV Lite. Varian ini melengkapi versi Standard Range dan Long Range yang telah lebih dulu dipasarkan.

Air EV Lite diperkenalkan pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show dan langsung diposisikan sebagai opsi paling ekonomis dalam keluarga Air EV. Dimensinya ringkas dengan panjang 2.974 mm, lebar 1.505 mm, serta tinggi 1.631 mm, sehingga mudah digunakan di area padat perkotaan.

Mobil ini menggunakan baterai lithium ferro-phosphate IP67 berkapasitas 17,3 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 200 kilometer. Salah satu fitur unggulannya adalah Easy Home Charging, memungkinkan pengisian daya di rumah dengan daya minimal 2,2 kW. Fitur ini menjadi nilai tambah bagi konsumen yang belum memiliki instalasi listrik berkapasitas besar.

Harga Wuling Air EV Lite dibanderol sekitar Rp206 juta OTR Jakarta. Dengan adanya insentif PPN dari pemerintah, banderolnya bisa turun hingga kisaran Rp188 jutaan. Skema ini menjadikannya salah satu mobil listrik paling terjangkau di pasar nasional saat ini.

Kombinasi harga, fitur, dan kemudahan pengisian daya membuat Air EV Lite menjadi favorit bagi konsumen urban yang mencari kendaraan listrik praktis.

Mitsubishi Minicab MiEV, Andalan Sektor Niaga Ringan

Berbeda dari dua model sebelumnya yang menyasar konsumen pribadi, Mitsubishi Motors menghadirkan Mitsubishi Minicab MiEV untuk kebutuhan komersial ringan.

Minicab MiEV dirancang sebagai kendaraan niaga listrik yang mampu menunjang operasional usaha kecil hingga menengah. Dimensinya meliputi panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, dan tinggi 1.915 mm. Kabinnya dapat menampung dua hingga empat orang, dengan kapasitas angkut mencapai 350 kilogram.

Konsep ini menjadikannya relevan bagi pelaku UMKM yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan tanpa mengorbankan fungsi angkut. Kendaraan listrik untuk sektor niaga juga dinilai mampu menekan biaya operasional dalam jangka panjang, terutama dari sisi bahan bakar dan perawatan.

Meski harga resminya belum diumumkan, Minicab MiEV diperkirakan akan dipasarkan di kisaran Rp200 jutaan. Jika terealisasi, model ini berpotensi menjadi alternatif menarik di segmen kendaraan komersial listrik nasional.

Mobil Listrik Terjangkau, Tren Baru Pasar Nasional

Kemunculan berbagai model dengan harga kompetitif menandai pergeseran besar di industri otomotif Indonesia. Mobil listrik tidak lagi sekadar simbol gaya hidup premium, melainkan mulai masuk ke segmen mass market.

DFSK Seres E1 hadir sebagai solusi mobilitas kompak untuk konsumen perkotaan. Wuling Air EV Lite menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan kemudahan pengisian daya. 

Sementara Mitsubishi Minicab MiEV memberikan opsi bagi sektor usaha yang membutuhkan kendaraan operasional efisien.

Dengan semakin banyaknya rekomendasi mobil listrik murah 2026, masyarakat kini memiliki pilihan yang lebih beragam sesuai kebutuhan dan anggaran. Transformasi ini sekaligus mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan di Tanah Air.

Tahun 2026 pun diproyeksikan menjadi momentum penting dalam perluasan pasar kendaraan listrik. Harga yang semakin rasional, dukungan insentif pemerintah, serta meningkatnya kesadaran akan keberlanjutan lingkungan menjadi faktor pendorong utama.

Pada akhirnya, keputusan beralih ke mobil listrik bukan hanya soal tren, tetapi juga investasi jangka panjang dalam efisiensi dan keberlanjutan. 

Dengan pilihan yang kian luas, konsumen Indonesia kini berada di posisi yang lebih menguntungkan untuk menentukan kendaraan listrik yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.

Terkini