Manfaat Air Degan Segar untuk Keseimbangan Elektrolit Puasa

Rabu, 18 Februari 2026 | 11:37:09 WIB
Manfaat Air Degan Segar untuk Keseimbangan Elektrolit Puasa

JAKARTA - Berbuka puasa bukan hanya tentang membatalkan lapar dan dahaga, tetapi juga memulihkan kondisi tubuh setelah 12 hingga 14 jam tanpa asupan. 

Salah satu pilihan yang kerap direkomendasikan adalah air kelapa muda atau degan. Minuman alami ini dinilai lebih bersahabat bagi tubuh dibandingkan minuman tinggi gula tambahan.

Air kelapa muda atau degan bisa menjadi takjil berbuka puasa. Terutama bagi mereka yang punya riwayat diabetes, air kelapa lebih dianjurkan ketimbang makanan dan minuman manis. Air kelapa yang segar dan alami dianggap lebih sehat. 

Tidak sedikit yang menyebut sebagai takjil paling baik untuk membatalkan puasa. Secara ilmiah memiliki komposisi yang mendukung pemulihan tubuh setelah berpuasa selama 12–14 jam.

Keunggulan utama air kelapa terletak pada kandungan cairannya yang ringan dan mudah diserap tubuh. Saat berbuka, tubuh membutuhkan rehidrasi secara bertahap. Air kelapa membantu memenuhi kebutuhan tersebut tanpa memberikan beban gula berlebih.

Kandungan Elektrolit dan Dukungan Ilmiah

Cairan air degan mengandung elektrolit alami seperti kalium, natrium, magnesium, dan kalsium yang membantu mengganti cairan dan mineral yang hilang selama berpuasa.

Menurut data United States Department of Agriculture (USDA), dalam satu cangkir (sekitar 240 ml) air kelapa terdapat sekitar 600 mg kalium, jumlah yang cukup signifikan untuk membantu menjaga keseimbangan cairan dan fungsi otot. 

Kalium berperan penting dalam mengatur tekanan darah dan mencegah kram otot setelah tubuh mengalami dehidrasi ringan.

Kandungan elektrolit tersebut menjadikan air kelapa sering disebut sebagai alternatif minuman isotonik alami. Tubuh yang kehilangan cairan akibat aktivitas harian selama puasa membutuhkan pengganti elektrolit agar fungsi organ tetap optimal. Kehadiran kalium dan magnesium membantu menjaga kerja otot dan sistem saraf tetap stabil.

Mengapa Air Kelapa Cocok untuk Buka Puasa

Selama puasa, kadar gula darah menurun dan tubuh kehilangan cairan melalui aktivitas harian. Sementara air kelapa mengandung gula alami dalam bentuk glukosa dan fruktosa dalam jumlah moderat. Sehingga dapat membantu menaikkan kadar gula darah secara bertahap tanpa lonjakan drastis seperti minuman bersirup tinggi gula.

Selain itu, air kelapa memiliki osmolaritas yang mendekati cairan tubuh manusia. Inilah sebabnya air kelapa sering disebut sebagai ‘minuman isotonik alami’. Beberapa penelitian dalam Journal of the International Society of Sports Nutrition menunjukkan bahwa air kelapa efektif untuk rehidrasi setelah aktivitas fisik ringan hingga sedang.

Kandungan antioksidan di dalamnya juga membantu melawan stres oksidatif yang dapat meningkat ketika tubuh mengalami kekurangan cairan. Dengan karakteristik tersebut, air kelapa menjadi pilihan yang aman dan nyaman untuk lambung saat berbuka.

Bagi penderita diabetes, pemilihan takjil sangat penting. Air kelapa menawarkan rasa manis alami tanpa tambahan gula rafinasi. Meski tetap harus dikonsumsi dalam jumlah wajar, minuman ini dinilai lebih aman dibandingkan sirup atau minuman kemasan berpemanis tinggi.

Manfaat Kesehatan Air Kelapa Muda

Selain membantu rehidrasi, air kelapa muda memiliki sejumlah manfaat lain.

Membantu menjaga tekanan darah karena kandungan kalium tinggi
Mendukung kesehatan jantung
Membantu pencernaan lebih nyaman saat berbuka
Berpotensi membantu mengontrol kadar gula darah (dalam jumlah wajar)

Manfaat tersebut menjadikan air kelapa bukan sekadar pelepas dahaga, tetapi juga bagian dari pola hidup sehat selama Ramadan. Kandungan mineralnya membantu tubuh beradaptasi kembali setelah seharian menahan cairan.

Namun demikian, konsumsi tetap perlu dibatasi, terutama bagi penderita gangguan ginjal atau yang harus membatasi asupan kalium. Dalam kondisi tertentu, asupan kalium berlebih dapat menimbulkan risiko kesehatan. Karena itu, penting menyesuaikan dengan kondisi medis masing-masing.

Perbedaan Air Kelapa Muda dan Tua serta Tips Penyimpanan

Yang harus diketahui, tidak semua air kelapa memiliki komposisi yang sama. Air kelapa muda umumnya lebih jernih, rasanya ringan dan sedikit manis alami. Kandungan elektrolitnya lebih optimal dan teksturnya lebih segar.

Sementara itu, air dari kelapa yang lebih tua biasanya kandungan elektrolitnya lebih sedikit, rasanya cenderung lebih hambar atau sedikit asam, serta kandungan gulanya bisa berubah karena proses pematangan.

Untuk berbuka puasa, air kelapa muda lebih direkomendasikan karena kandungan nutrisinya masih segar dan belum mengalami banyak perubahan komposisi. Pilihan ini membantu memastikan tubuh memperoleh manfaat elektrolit secara maksimal.

Air kelapa segar sebaiknya langsung diminum setelah dibuka. Namun jika ingin menyimpannya sebaiknya lakukan hal berikut ini.

Simpan dalam wadah tertutup rapat.
Masukkan ke dalam kulkas dengan suhu 4°C atau lebih rendah.
Konsumsi dalam waktu 24–48 jam untuk menjaga kualitas rasa dan nutrisinya.

Paparan udara dapat mempercepat proses fermentasi alami sehingga rasa menjadi asam dan kualitasnya menurun. Penyimpanan yang tepat membantu mempertahankan kesegaran sekaligus mencegah perubahan rasa.

Secara umum, air kelapa muda memang pilihan takjil yang lebih sehat dibanding minuman tinggi gula tambahan. Ia membantu rehidrasi, mengembalikan elektrolit, dan memberi energi secara alami. 

Meski begitu, tetap konsumsi dalam jumlah wajar dan seimbangkan dengan asupan makanan bergizi saat berbuka. Dengan pendekatan yang tepat, air kelapa dapat menjadi bagian dari pola berbuka yang lebih sehat dan terkontrol selama Ramadan.

Terkini